“Mereka bukan penjahat, Mereka hanya tersesat” itu adalah kata awal yang saya jumpai, ketika pertama kali masuk melalui sel-sel tahanan warga binaan rutan Kolaka. Ketika kata tersesat digunakan, berarti kewajiban kita untuk membantu mereka untuk menjalani kehidupan normal. Pendidikan dan Pengajaran akan memiliki nilai tambah yang akan mengisi aktivitas mereka sehari-hari. Pendidikan dan pengajaran akan memudahkan mereka untuk faham akan pranata sosial yang berlaku di tengah masyarakat kita. Masyarakat indonesia yang terdiri dari muslim sekitar 80% dari total populasi masyarakat indonesia, menjadikan nilai-nilai islam secara langsung ataupun tidak langsung akan mewarnai pranata sosial masyarakat indonesia.

Adopsi kurikulum dari sekolah agama ataupun pesantren dirasa perlu untuk membangun jiwa keagamaan warga binaan Rumah Tahanan. Adopsi kurikulum dilakukan dari Pondok Pesantren Al Mawaddah Warrahmah, tentunya setelah diadopsi, telah dilakukan pengembangan dan inovasi untuk agar mudah diterima dan dilakukan oleh warga binaan.

Pendidikan dan Pengajaran melalui ceramah Jum’at ataupun Majelis Ta’lim dirasa masih belum efektif, karena tidak terstruktur dan sistematis, serta tidak terukur. Oleh karena itu, perlu adanya  pendidikan dan pengajaran berdasarkan kurikulum pesantren yang diadopsi oleh RUTAN Kelas II B Kolaka.

Sejak Tahun 2016, Pondok Pesantren dan STAI Al Mawaddah Warrahmah telah bekerja sama dengan RUTAN Kolaka dalam pembinaan warga RUTAN. Alhamdulillah, telah berjalan, dan dari beberapa bahkan semua warga rutan merasa senang dan puas dengan pendidikan dan pengajaran dengan adopsi kurikulum pesantren ini.

Kurikulum yang dirancang adalah Fiqih (bahan berasal dari kajian kitab Safinatun Najah, Kifayatul Akhyar, Fiqh Islam Wa adillatuh), Aqidah (Aqidatul Awwam, Sullam Attaufiq, Ihya Ulumuddin), Tajwid, Tilawah, Sejarah (Tarikh Tasyri’, Tarikh Islam), Ilmu Al Quran, Ilmu Hadits (Riyadus Sholihin).

Alhamdulillah, pada tahun 2017. Program dievaluasi dan dikaji untuk dikembangkan beberapa inovasi.

Ditambah, awal tahun 2017, kami kedatangan tamu dari Univerisiti Sains Islam Malaysia (USIM), Dr. Khairi bin Mahyuddin untuk melihat pola pengabdian warga RUTAN masyarakat Kolaka, semoga kerjasama dengan USIM dapat ditingkatkan pada proses pengabdian ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *